Al-Quran merupakan kitab yang diturunkan sebagai petunjuk bagi umat Islam secara khusus dan untuk semua orang secara umum. Pada dasarnya, kitab ini memuat berbagai petunjuk dan ilmu pengetahuan bagi manusia. Namun, ilmu pengetahuan yang ada di dalam Al-Quran merupakan pengetahuan yang bersifat umum.

Lalu, bagaimana kaitan antara ilmu pengetahuan dengan Al-Quran?

Al-Quran Menghormati Ilmu Pengetahuan

Berbeda dengan kitab suci lainnya, Al-Quran merupakan kitab suci yang menghormati ilmu pengetahuan. Sebagaimana agama Islam juga menghormati ilmu pengetahuan. Hal ini tidak ditemukan perbandingannya dengan kitab suci lainnya.

Di dalam al-Quran, ada banyak ayat yang mengungkapkan kemuliaan ilmu pengetahuan. Di antaranya adalah ayat yang mengingatkan anugerah yang telah Allah berikan kepada manusia dan orang yang beriman.

Contohnya adalah ayat:

Apakah sama orang-orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak mengetahui?
(QS Az-Zumar : 9)

Al-Quran Memerintahkan Untuk Mentadabburi Segala Hal

Selain itu, al-Quran juga memuat banyak anjuran untuk mencari ilmu, menelaah segala hal, dan berpikir, serta memahami arti penting dan juga kemuliaan ilmu pengetahuan. Ada banyak sekali ayat al-Quran yang diakhiri dengan kalimat sindirian seperti : “apakah kamu tidak memperhatikan?”, “apakah kamu tidak melihat?”, “apakah kamu tidak berpikir?” , “apakah kamu tidak mendengar?” dan lain sebagainya.

Selain itu, dalam beberapa ayat pun terdapat ayat atau kisah yang diakhiri dengan, “sebagai tanda – tanda bagi kaum yang berpikir” atau “Tidak dipahami kecuali oleh ulul albaab.”

Hal ini menunjukkan perintah Allah kepada setiap umat Islam ataupun manusia untuk senantiasa mendengar, melihat, berpikir, merenung atau bertadabbur, dan memperhatikan segala hal yang ada di muka bumi. Dimana semua aktivitas tersebut adalah bagian dari belajar dan merupakan dasar dari ilmu pengetahuan.

Jika ayat – ayat perintah tadabbur dan mengamati sekitar ini diimplementasikan dengan baik, maka hal tersebut dapat menjadi asal dari riset dan pengembangan ilmu pengetahuan. Yang pada akhirnya dapat melahirkan alat baru, metode, ataupun konsep ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi manusia.

Al-Quran Mendukung Iklim dan Cara Berpikir Saintis

Tidak ada ayat di dalam Al-Quran yang menghalangi penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Sebaliknya, Al-Quran justru menghalang segala sesuatu yang dapat menghambat kemajuan ilmu pengetahuan. Di antaranya adalah subjektivitas, taklid atau ikut-ikutan tanpa alasan yang jelas, angan-angan atau dugaan yang tidak berdasar, terburu-buru dalam mengambil kesimpulan, serta sikap angkuh.

Di sisi lain, Al-Quran justru memberi larangan terhadap hal yang bertentangan dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Seperti larangan mengambil sikap tanpa dasar pengetahuan, larangan menetapkan atau menolak sesuatu tanpa mengetahui persoalan yang sebenarnya, serta larangan untuk menilai sesuatu karena faktor eksternal apapun. Bahkan meskipun hal tersebut ada dalam pribadi orang yang paling diagungkan sekalipun.

Sikap Seorang Muslim Terhadap Al-Quran dan Ilmu Pengetahuan

Pada dasarnya, Al-Quran merupakan kitab petunjuk umat Islam akan segala sesuatu. Islam dan Al-Quran merupakan petunjuk yang tidak menghalangi manusia untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan mengupas rahasia alam.

Akan tetapi, dalam penerapannya, seorang muslim sebaiknya selalu menjadikan Al-Quran sebagai acuan. Sehingga, apabila terdapat pengetahuan baru, ada baiknya hal tersebut dipadukan dengan Al-Quran. Seorang saintis muslim seharusnya bertanya apakah ada ayat Al-Quran yang bertentangan dengan suatu ilmu pengetahuan yang dia ketahui? Jika tidak ada, maka tidak masalah.

Di samping itu, perlu disadari juga bahwa tujuan ilmu pengetahuan dan Al-Quran adalah sama sama untuk kebaikan umat manusia. Sehingga, jika diketahui ada suatu ilmu pengetahuan yang bertentangan dengan Al-Quran, maka yang diikuti lebih dulu adalah Al-Quran. Sementara ilmu pengetahuannya dianggap masih perlu dikaji lebih dalam lagi.

Share This

Share This

Share this post with your friends!