Assalamualaikum Sobat Al-Hasanah! Parenting, cara orang tua mendidik anaknya, bagaimana orang tua berinteraksi sekaligus memberi edukasi ke anaknya Jika berbicara tentang konsep parenting dalam Islam sebaik-baiknya teladan yang patut kita contoh adalah Rasulullah SAW, sebaik-baiknya teladan yang wajib kita contoh adalah keteladanan dari Rasulullah SAW.

Suatu kebahagiaan tersbesar ketika seseorang dikaruniai sebuah anak dari Allah SWT, terlebih lagi kebahagiaan ini akan sangat terasa bagi suami-istri yang sudah lama menikan dan sangat berharap mendapatkan anak.

Didalam Al-Quran setidaknya ada tiga bagian yang menggambarkan tentang anak dan orang tua:

Anak Sebagai Perhiasan

“Anak sebagai perhiasan. “Harta dan anak merupakan perhiasan kehidupan di dunia”
(QS Al-Kahfi: 46)

Disini diumpamakan sebagai perhiasan sebagai penghibur di dunia agar terlihat undah anak yang baik sejatinya dapat membanggakan dan mengharumkan dan dapat mengangkat derajat kedua orang tua.

Anak Sebagai Penyejuk Jiwa

“Wahai tuhan kami, anugerailah kami isteri dan anak yang menjadi penyejuk jiwa”
(QS. Al-Furqan: 74).

Hal yang dapat menyejukan jiwa adalah ketika keadaan merasa tentram dan aman disampingnya. Kondisi ini tidak akan terjadi terkecuali anak itu adalah anak yang soleh dan berbakti kepada orangtua.

Anak Sebagai Ujian atau Cobaan

“Ketahuliah bahwasanya harta benda dan anak-anakmu adalah ujian/cobaan”
(QS. Al-Anfal: 28)

Waktu dan tenaga akan sangat banyak terbagi dengan kehadiraan seorang anak, Lalu fokus pikiran akan terbelah, setiap tahun fase dan kadar ujian yang dihadapi orang tua selalu akan berbeda-beda. Hanya ada satu pilihan menghadapi ujian yaitu sabar.

Nah, sobat Al-Hasanah perlu ketahui pada konsep parenting dalam islam, bahwa terdapat terdapat perbedaan perkakuan terhadap anak berdasarkan usianya:

1. Anak Usia 0-6 Tahun

Di usia anak 0 sampai 6 tahun adalah dengan memperlakukan anak semaksimal mungkin atau diperlakukan sebagai seumpama raja, karena anak usia 0 sampai 6 tahun dseibut usia emas atau golden age. Anak yang seiring bertumbuh kembang mempunyai rasa penasaran terhadap sesuatu, sebagai orang tua bisa memberikan mainan yang akan membantu anak semakin cerdas.

Rasulullah SAW menganjurkan kepada orang tua untuk senantiasa berlemah lembut terhadap anak yang masih berusia dari 0 hingga 6 tahun. Memberikan kasih saying, memanjakan dengan lembut, serta merawat dengan baik dan membangun kedekatan dengan anak merupakan pola mendidik yang baik.

Pada fase golden age ini otak anak sangat aktif menirukan apa yang orang tuanya lakukan, misalnya ayahnya suka marah-marah, bisa jadi anak ketika sudah besar jadi cengeng mudah marah dan kereas kepala, jadi hindari perbuatan yang buruk didepan anak, misalnya berbicara keras, marah-marah, memukul, memperlihatkan tindakan buruk. Karena Rasulullah SAW tidak pernah mengajarkan anak di usia 0 – 6 tahun dididik kasar dan memukul.

2. Anak Usia 7-14 Tahun

Fase kedua ini, mendidik anak usia 7 hingga 14 tahun adalah memperlakukan anak sebagai tawanan perang/ pembantu. Rasulullah SAW bersabda,

“Perintahkan anak-anakmu untuk shalat saat mereka telah berusia 7 tahun, dan pukullah mereka jika meninggalkannya ketika mereka berusia 10 tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka.”
(HR. Abu Dawud)

Berikanlah pengenalan pada anak tentang tanggung jawab dan kedisiplinan pada usia ini. Coba mulai melatihnya dari memisahkan tempat tidurnya dan perintahkan untuk shalat 5 waktu.

Pukullah anak ketika anak tidak mau mendirikan shalat. Tapi bukan pukulan yang menyakitkan atau pukulan di kepalanya. Pada fase ini, sanksi diperlukan untuk membuat anak menjadi disiplin dan teratur. Namun, usahakan sanksi yang diberlakukan adalah hasil dari kesepakatan orang tua dan anak.

3. Anak Usia 15-21 Tahun

Ketiga, mendidik anak usia 15 hingga 21 tahun adalah memperlakukan anak seperti sahabat. Anak pada usia ini adalah usia yang cenderung memberontak. Oleh karena itu dibutuhkan pendekatan yang baik kepada anak. Fungsinya adalah agar bisa meluruskan anak ketika melakukan kesalahan.

Menciptakan rasa nyaman pada anak, adalah hal yang penting pada fase ini. Jadilah sahabat terbaik bagi anak, yang setia yang siap mendengar segala cerita dan curahan hati anak. Masa ini adalah masa pubertas untuk anak-anak.

Predikat orang tua yang sukses dalam mendidik anak, tak akan melekat jika terdapat satu fase yang gagal dalam mendidik anak. Tentunya dalam mendidik anak, dibutuhkan pengetahuan, kesabaran dan kesiapan. Konsep parenting dalam Islam sangat wajib diterapkan bagi umat Islam karena langsung berlandaskan dari Al-Quran dan langsung dari ajaran Rasulullah SAW.

Semoga artikel ini bisa memberikan inspirasi dan kita bisa mengambil ilmu konsep parenting dalam Islam.

Share This

Share This

Share this post with your friends!