Setiap Nabi dan Rasul mendapatkan anugerah dan mukjizatnya masing-masing. Termasuk juga Nabi Sulaiman AS. Di antara karunia Allah kepada Nabi Sulaiman adalah kecerdasan dan kekayaan yang dimilikinya. Selain itu, Nabi Sulaiman juga memiliki mukjizat berupa kemampuan berkomunikasi dengan makhluk Allah lainnya seperti hewan.
Salah satu kisah Nabi Sulaiman yang terkenal dan mengandung banyak hikmah adalah kisah pertemuannya dengan pasukan semut. Kisah ini bahkan diabadikan oleh Allah dalam surat An-Naml. Dalam kisah tersebut, pasukan Nabi Sulaiman yang terdiri dari manusia, jin, dan burung berjalan dengan rapi dan tertib. Lalu mereka sampai ke daerah pasukan semut di kawasan Thaif.
Melihat pasukan Nabi Sulaiman, pemimpin pasukan semut berkata kepada kawanannya untuk bersembunyi dan masuk ke dalam sarang. Dengan begitu, mereka akan selamat dan tidak diinjak oleh pasukan Nabi Sulaiman. Mendengar hal tersebut, Nabi Sulaiman tertawa dan menyuruh pasukannya untuk berhenti dan menunggu sampai seluruh semut masuk ke dalam sarang.
Kisah yang singkat ini ternyata memiliki banyak hikmah jika ditelisik lebih dalam. Di antara hikmah yang bisa diambil adalah sebagai berikut:
1. Bersyukur dan Tidak Besar Kepala Atas Kelebihan yang Dimiliki
Nabi Sulaiman diberi anugerah dan kekuatan yang tidak pernah dimiliki oleh seorang pun sebelum dan sesudahnya. Namun, kemampuan dan anugerah tersebut tidak menjadikan Nabi Sulaiman besar kepala dan melupakan Allah. Sebaliknya, beliau senantiasa bersyukur kepada Allah atas nikmat yang telah beliau terima.
2. Senantiasa Mengingat Allah dan Berdoa
Dalam surat An Naml ayat 19, Nabi Sulaiman berdoa kepada Allah: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”.
Bukan hanya bersyukur atas nikmat Allah yang diterimanya, Nabi Sulaiman juga berdoa mengharapkan ilham dan petunjuk dari Allah untuk dirinya dan juga untuk kedua orang tuanya. Nabi Sulaiman juga berdoa kepada Allah agar senantiasa menjadi hamba yang diridhai Allah dan menjadi hamba Allah yang saleh.
3. Bijak Dalam Memahami dan Berempati
Bagi sebagian besar orang dan mungkin makhluk Allah yang lain, semut adalah binatang kecil yang sering sekali luput dalam penglihatan. Namun, tidak bagi Nabi Sulaiman. Pasukannya yang besar dan kekuasaan serta kekuatannya yang besar tidak menjadikan Nabi Sulaiman seorang raja yang semena-mena. Sebaliknya, beliau selalu berusaha untuk menjadi raja yang bijak, juga raja yang mampu memahami dan berempati kepada rakyatnya.
Hal ini terlihat dari sikap Nabi Sulaiman dalam menanggapi pasukan semut. Alih-alih terus melanjutkan perjalanan, Nabi Sulaiman justru memerintahkan pasukannya untuk diam dan menunggu hingga seluruh pasukan semut aman masuk ke sarangnya. Sikap ini adalah sikap yang sudah seharusnya dimiliki oleh seorang raja atau penguasa.
Itulah beberapa hikmah yang bisa diambil dari kisah Nabi Sulaiman dan pasukan semut. Hikmah tersebut bisa kita teladani dan ikuti sejak sekarang. Misalnya dengan memperbanyak bersyukur dan mengingat Allah atas nikmat-Nya yang kita rasakan, berdoa memohon ilham kepada Allah agar bisa selalu bersyukur, serta membiasakan diri untuk berempati dan berlaku bijak kepada setiap makhluk Allah yang ada di bumi dan langit. Karena sejatinya, setiap manusia adalah pemimpin di muka bumi.