Konten video singkat dengan durasi aktif 24 jam yang dipopulerkan oleh aplikasi Snapchat sekarang sudah menjadi standard baru di dunia social media. Fitur yang sama dirilis Instagram dengan nama Instagram story, kemudian disusul Facebook yang memang satu grup di Meta, dan YouTube tidak mau ketinggalan dengan merilis YouTube Shorts. YouTube Shorts ini bukan aplikasi yang berdiri sendiri, melainkan salah satu fitur di YouTube.
Sejak dirilis pada Juli 2021, brarti baru jalan 2 tahun YouTube Short diperkenalkan. Padahal YouTube dari dulu memang sudah berbasis video. Sampai selevl YouTube-pun harus mau beradaptasi dengan konten durasi 24 jam, mode portrait atau vertical. Lalu apa bagusnya YouTube Short dibanding yang lain?
New Traffic
Tak disangka, peminat video pendek memang ada pasarnya. Terbukti per Juni 2022 atau akhir semester pertama tahun 2022, YouTube Short diakses lebih dari 1,5 miliar orang per bulannya. Data statistik ini berkompetisi langsung dengan aplikasi TikTok.
New Revenue
YouTube di bawah asuhan Google, tentu tidak akan terlewat yang namanya monetisasi. Dengan adanya medium baru ini, YouTube jelas mempunyai medium baru untuk menawarkan variasi media iklan baru yang ujung-ujungnya adalah win-win solution baik untuk YouTube maupun advertiser.
New Data
Jika fitur ini dianggap iseng-iseng, tentu tidak akan seserius ini YouTube menggarap YouTube Shorts. Di aplikasi mobile YouTube, disematkan menu khusus bernama “Shorts” yang berisi kumpulan video vertical/portrait pendek. Dan video Shorts ini di-treatment layaknya video YouTube lainnya, audience bisa memberikan like, comment, dan bisa melakuna share. Yang paling menguntungkan bagi creator adalah langsung ada tombol subcribe di setiap video YouTube Shorts.
New Hook
Untuk para creator, dalam workflow pembuatan kontennya selalu ingin memberikan semacam trailer atau BTS (Behind the Scene) proses produksinya. Jika sebelumnya konten tersebut dipublikasikan di Instagram, ketika ada YouTube Shorts, para creator YouTube jelas terbantu. Creator juga bisa memberikan link untuk membawa para audience menuju channel-nya untuk melakukan subscribe.
New Medium
Sudah jadi hal yang umum dilakukan para creator YouTube yang memberikan treatment video yang mereka akan rilis layaknya sebuah film yaitu dengan merilis trailer. Dengan adanya YouTUbe Shorts ini, sekali dayung 2 3 pulau terlampaui, menaikkan traffic video, mempromosikan video yang akan tayang, sekaligus meningkatkan potensi subscribe.
YouTube Shorts tidak hanya menampilkan video pendek dari channel yang kita subscribe, tapi juga channel yang belum kita subscribe. Algoritma yang sama seperti Instagram Reels. Jadi, tidak ada salahnya sekarang menambah 1 tugas baru setiap membuat video YouTube yaitu video pendek alias YouTube Shorts.
