Buat kamu yang lebih suka dengan transaksi cashless dan paperless, tentu sudah tidak asing dengan QR code. Seperti gambar di atas, sudah tidak jarang kita temui di restoran atau cafe. Tidak hanya saat melakukan pembayaran, saat melakukan pemesanan juga menyajikan menunya dibalut dengan QR code. Supaya lebih tahu dan tahu lebih tentang QR code, mari kita simak sejarahnya yang belum banyak orang tahu.

Invention

Walaupun penggunaan QR code ini baru masif digunakan abru-baru ini, nyatanya QR code sudah ditemukan dan diperkenalkan sejak tahun 90-an, tepatnya pada tahun 1994, 28 tahun yang lalu. Inovasi ini ditemukan oleh Denso Wave dan Masahiro Hara yang menggunakannya untuk mengelola banyaknya produksi spare parts atau suku cadang kendaraan di pabrik.

Salah satu spirit munculnya QR code ini juga untuk menggantikan sistem pengkodean yang lebih lama yaitu barcode, untuk yang satu ini pasti sudah familiar ya, karena hampir di semua produk yang kita konsumsi tercantum barcode. Bar code sendiri sudah jauh lebih lama diperkenalkan oleh Norman Woodland and Bernard Silver pada tahun 1952, 70 tahun yang lalu. Perlu tools yang lebih inovatif dan multi-purpose yaitu QR code.

More Space

Barcode terbentuk dari satu dimensi yang menyandikan informasi secara horizontal, itulah kenapa bentuknya memanjang 1 barus. 1 baris itu mewakili 1 baris garis vertikal yang jika di-scan akan memunculkan angka-angka unik.

Sedangkan QR code bersifat dua dimensi, itulah kenapa bentuknya tidak 1 baris seperti bar code, tapi berbentuk persegi. Panjang dan lebar mewakili 2 dimensi yang menyandikan informasi secara horizontal maupun vertikal. Secara teknis QR code memiliki kemampuan untuk menyimpan lebih banyak informasi daripada bar code dengan ukuran yang sama. Dengan format tersebut, QR code dapat menyimpan hingga 7.000 karakter. Inilah yang menjadi keunggulan dan banyak praktisi beralih dari barcode ke QR code.

Faster Scan

“QR” di QR code adalah singkatan dari Quick Response, jelas itu yang menjadi daya tarik QR code dicanangkan.Baik bar code dan QR code secara sederhana adalah medium untuk data entry kumpulan kode atau karakter. Memang umumnya untuk barcode adalah kumpulan kode unik di produk fisik yang terintegrasi dengan aplikasi POS (Point of Sales). Banyaknya jumlah variasi produk menjadikan proses transaksi membutuhkan cara tercepat, dengan scan barcode sebetulnya itu mempersingkat waktu dibandingkan harus mengetikkan satu per satu karakter atau angka di balik barcode.

Semua yang bisa dilakukan barcode bisa dilakukan oleh QR code, bahkan lebih advance dan lebih cepat. Selain cepat, QR code juga lebih fleksibel karena cara scan atau memindainya bisa dari berbagai angle, tidak harus sejajar dan persis di depan code seperti yang berlaku di barcode. Kamu pasti merasakan ketika scan QR code, baru terpindai sebentar, hanya hitungan milidetik otomatis sudah bisa diproses.

Implementation

Penggunaan QR code hari ini lebih sering difungsikan sebagai shortcut berisi link yang bisa diatur untuk bisa mengarahkan penggunanya ke website tertentu. Untuk pada pemilik aplikasi juga sering menggunakannya untuk mengarahkan ke Apple App Store dan Google Play. Intinya semua link bisa disimpan di dalam QR code.

Untuk enterprise system, QR code lebih sering digunakan untuk otentifikasi akun dan verifikasi ketika login. Untuk beberapa fasilitas yang menyajikan wifi juga tak jarang menggunakan QR code sebagai shortcut untuk mengakses wifi dengan menyimpan informasi yang terenkripsi seperti SSID dan password, jadi cukup scan langsung bisa terhubung ke internet. Untuk yang suka wisata kuliner atau berbelanja, QR code sudah lazim digunakan untuk transaksi pembayaran. Dan masih banyak lagi penggunaannya, QR code adalah tools, tergantung bagaimana kreativitas kita membungkusnya menjadi produktif dan menarik.

Share This

Share This

Share this post with your friends!