Produktivitas jelas jadi form-factor yang dipertimbangkan. Setiap kita akan membeli smartphone, kita akan lihat spesifikasinya: processornya, RAM dan ROM, kecanggihan kamera, resolusi layar, sampai yang sering terlupakan tapi sangat penting yaitu GPS. Jika kamu pernah menggunakan ponsel jaman dulu atau sekarang dikenal basic phone, ketika kita berpindah kota, ponsel akan menampilkan kota yang sedang dilewati. Itu terjadi karena ada andil GPS (Global Positioning System). Lalu bagaimana perkembangannya sekarang?

Sudah menjadi hal yang lazim ketika ditanya ke orang tentang “pilih, jika ketinggalan barang, lebih baik ketinggalan dompet atau hp?”, sudah dipastikan mayoritas akan menjawab “hp” alias smartphone. Begitu pentingnya smartphone sehinggal semua orang jaman sekarang menempatkan smartphone sebagai kebutuhan primer. Jadi jangan heran ketika profesi atau jabatan tertentu, bahkan orang yang jobless sekalipun tetap kita temui aktif menggunakan smartphone.

GNSS (Global Navigation Satellite System)

GNSS adalah istilah umum yang merujuk ke satelit yang menyediakan sinyal yang digunakan oleh perangkat GPS untuk menentukan lokasi. Terdapat beberapa sistem GNSS yang digunakan:

  • GPS (Global Positioning System): Sistem yang dikembangkan oleh Amerika Serikat, merupakan sistem navigasi satelit paling terkenal dan sering dijadikan sinonim dengan teknologi penentuan posisi secara umum. Inilah yang paling umum kita dengar.
  • GLONASS (Global Navigation Satellite System): Sistem yang dikembangkan oleh Rusia, sebagai alternatif dan pelengkap untuk GPS.
  • Galileo: Sistem navigasi satelit yang dikembangkan oleh Uni Eropa, dirancang untuk memberikan akurasi yang lebih tinggi.
  • BeiDou: Sistem navigasi satelit yang dikembangkan oleh China, menawarkan cakupan global dan akurasi tinggi.

Smartphone modern mendukung beberapa sistem GNSS untuk meningkatkan akurasi dan keandalan dalam penentuan lokasi. Semakin canggih smartphone, biasanya bisa dilihat dari koneksi satelitnya.

A-GPS (Assisted GPS)

A-GPS adalah teknologi yang meningkatkan startup performance dari sistem GPS tradisional dengan menggunakan data jaringan seluler. Ini memungkinkan perangkat untuk mendapatkan fix posisi lebih cepat, terutama di area dimana sinyal satelit lemah, seperti di dalam bangunan atau di area perkotaan yang padat. Bisa dibilang A-GPS adalah GPS versi lite atau versi ringan.

LBS (Location-Based Services)

Meskipun tidak secara teknis merupakan sistem GPS, LBS menggunakan informasi lokasi yang diperoleh melalui GPS dan sumber lain seperti Wi-Fi dan tower seluler untuk menyediakan layanan berbasis lokasi. Ini termasuk navigasi, rekomendasi tempat, dan iklan berbasis lokasi.

GPS di smartphone adalah contoh sempurna dari bagaimana teknologi yang kompleks dapat diintegrasikan dan dioptimalkan untuk penggunaan sehari-hari. Dengan kombinasi dari berbagai sistem satelit, peningkatan dengan A-GPS, dan integrasi dengan layanan berbasis lokasi, pengguna dapat menikmati navigasi dan layanan berbasis lokasi yang akurat dan efisien. Jika dilihat lebih detail, banyak aplikasi kita sehari-hari yang membutuhkan GPS: mencari map, mengirim paket, melihat macet atau tidaknya jalanan, dan masih banyak lagi.

Share This

Share This

Share this post with your friends!