Sesuai fungsinya, ketiganya adalah application store, sederhananya ketiganya menyediakan berbagai kategori dan kebutuhan aplikasi yang bisa diunduh di satu tempat. Jelas ketiganya mewakili edkosistem dan teknologi yang berbeda. Apple app store sebagai yang tertua (rilis pada Juli 2008, 15 tahun lalu) eksklusif untuk pengguna apple: iphone, ipad, mac. Google play yang rilis 4 tahun sesudahnya (Maret 2012) menyediakan aplkasi untuk di-install di perangkat android: smartphone dan tablet. Sedangkan yang paling baru adalah App Gallery besutan Huawei yang memisahkan diri dari google dan memutuskan membuat ekosistem sendiri yang tentunya membutuhkan application store juga.

Jika dipikir lebih jauh dan praktis, akan lebih memudahkan pengguna jika 1 sistem operasi bisa mengakses seluruh application store. Tapi karena memang ini terkait bisnis, market share, dan positioning sebuah brand yang ingin unjuk gigi, maka mau tidak mau ini menjadi extra-effort tersendiri oleh perusahaan aplikasi. Sebut saja aplikasi populer seperti Instagram, untuk menjangkau semua pelanggannya, maka mau tidak mau Instagram harus membuat aplikasinya bisa kompatibel baik di Apple App Store, Google Play, dan Huawei App Gallery.

Apple App Store

Apple App Store adalah platform distribusi aplikasi mobile milik Apple Inc. yang dirancang untuk perangkat iOS seperti iPhone, iPad, dan iPod Touch. Apple App Store memiliki kebijakan ketat untuk aplikasi yang diizinkan di platformnya, dan setiap aplikasi harus melewati persetujuan dan persyaratan kualitas sebelum diizinkan untuk diunduh oleh pengguna. Apple juga memperoleh persentase dari setiap pembelian dalam aplikasi melalui platform mereka.

Google Play

Google Play adalah platform distribusi aplikasi mobile milik Google yang dirancang untuk perangkat Android. Google Play memiliki persyaratan yang lebih longgar untuk aplikasi dibandingkan dengan Apple App Store. Google juga mengambil persentase dari setiap pembelian dalam aplikasi melalui platform mereka.

Huawei App Gallery

Huawei App Gallery adalah platform distribusi aplikasi mobile milik Huawei yang dirancang untuk perangkat Huawei dan Honor. App Gallery mulai berkembang dalam beberapa tahun terakhir sebagai alternatif untuk Google Play di wilayah yang tidak memiliki akses ke Google Play. Huawei App Gallery juga memiliki kebijakan yang ketat untuk aplikasi yang diizinkan di platform mereka, dan persentase yang diambil oleh Huawei dari setiap pembelian dalam aplikasi melalui platform mereka juga berbeda.

Setiap platform memiliki karakteristik dan kebijakan uniknya sendiri. Ketiga platform ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dan dapat dipilih oleh pengembang aplikasi berdasarkan preferensi dan target pasar mereka. Ujung-ujungnya kita sedang memilih ekosistem mana yang akan menjadi backbone dari produktivitas kita menggunakan gadget. Karena secanggih-canggihnya hardware sebuah smartphone, ujungnya ya variasi aplikasi yang di-install.

Share This

Share This

Share this post with your friends!