Ada banyak yang menganggap IoT (Internet of Things) adalah istilah lain dari smart home. Faktanya kedua hal itu beririsan, tapi tidak apple-to-apple jika mau dibandingkan, karena IOT adalah sebuah konsep, sedangkan smart home sebuah pengimplementasian dari IoT. Ibaratnya iOT adalah olah raga, smarthome adalah sepak bola, yang satu adalah spirit untuk kesehatan, yang satunya adalah pengimplementasian atau cara untuk mencapai tujuannya yaitu kesehatan. Semoga analogi ini bisa mencerahkan.

IoT lebih dari sekedar smarthome, keyword-nya adalah komunikasi data dan internet. Itulah kenapa sempat disinggung bahwa smart home beririsan dengan IoT, buktinya terdapat pertukaran data berbasis internet seperti kita bisa mengoperasikan, mengakses hasil rekaman dan bahkan monitor secara real-time data cctv. Betapapun Indonesia secara teknologi, khususnya public facility berbeda penetrasinya dengan negara yang sudah maju, tetap saja ada bagian-bagian yang sayang jika tidak digunakan untuk produktivitas dan memudahkan kehidupan kita.

Smarthome dengan IoT

Rumah pintar atau smart home merupakan salah satu penerapan IoT yang paling populer. Dengan perangkat IoT, kamu bisa mengontrol lampu, AC, televisi, setiap power station atau colokan listrik hingga gorden otomatis hanya dengan perintah suara atau melalui aplikasi di smartphone. Salah satu manfaat utama adalah penghematan energi. Contoh penerapan paling populer:

  • Otomatisasi lampu yng akan mematikan lampu saat tidak ada orang di ruangan atau menyesuaikan intensitas cahaya berdasarkan waktu hari.
  • Ketika sedang di luar rumah dan sedang dalam perjalanan pulang, otomatis mengaktifkan AC ketika sampai di rumah, 5 menit sebelum sampai rumah, atau ketika terdeteksi di radius tertentu mendekati rumah.
  • Otomatis menjalankan mesin cuci di jam tertentu, misalnya ketika sedang tidur atau jam non aktif lainnya. Ketika selesai beraktivitas, cucian sudah siap untuk diproses jemur atau langsung setrika.

Selain itu, sistem keamanan berbasis IoT semakin banyak diadopsi. Kamera pengintai (CCTV) dan alarm pintu yang terhubung dengan aplikasi di smartphone yang memungkinkan kita mengawasi keadaan di rumah meski sedang bepergian. CCTV-nya pun bisa kita kontrol pergerakannya karena sudah banyak CCTV yang mengadopsi sistem PTZ atau Pan-Tilt-Zoom. Lebih menariknya lagi, perangkat CCTV ini bisa mendeteksi pergerakan mencurigakan dan langsung mengirim notifikasi secara real-time ke smartphone kita.

Semakin Produktivitas di Area Kerja

Selain di rumah, kamu bisa juga memboyong IoT ke area kerja kamu karena IoT juga berperan besar dalam meningkatkan produktivitas kerja, terutama bagi mereka yang bekerja dari rumah atau menjalankan bisnis rumahan. Contoh penerapannya:

  • Sistem pengingat otomatis yang membantu mengelola tugas dan deadline. Wearable device kamu seperti smartwatch bisa memberikan notifikasi langsung ketika ada jadwal rapat atau tugas yang harus diselesaikan.
  • Penjadwalan alat bantu kerja. Misalnya yang paling sering digunakan adalah printer, itu bisa diatur untuk aktif otomatis pada jam kerja dan mati saat tidak digunakan, tidak repot lagi harus menyalakan dan mematikan secara manual. Hemat energi dan memperpanjang usia perangkat.
  • Monitor produktivitas harian dan memberikan laporan analisis. Layaknya screen time pada smartphone, kamu bisa mengetahui kapan waktu paling produktif dan mengatur tugas dengan lebih efektif. Perangkat yang bisa digunakan seperti CCTV yang dilengkapi dengan AI yang bisa mendeteksi apakah kita sedang produktif atau rehat.

Penerapan di rumah dan tempat kerja adalah yang paling umum dan mudah dilakukan karena paling sering berinteraksi dengan kita. Tapi perlu dicatat, walaupun IoS menawarkan banyak manfaat, penerapannya bukan tanpa tantangan. Salah satu kendala terbesar adalah keamanan data dan ada hal yang perlu dilakukan secara manual. Terkait keamanan, banyak perangkat IoT yang terhubung dengan internet, jika perangkatnya bukan dari produsen yang terpercaya, tentu akan rentan serangan siber. Dan perlu diketahui, perangkat IoT membutuhkan koneksi internet dan listrik. Urusan internet sudah bisa dikontrol dari manapun, tapi untuk listrik khususnya yang rumah atau kantornya menggunakan sistem pulsa atau token, pasti harus tetap butuh ada manusia yang memasukkan kode untuk token listrik tersebut.

Tantangan lainnya adalah kompatibilitas perangkat. Tidak semua produk IoT dapat terhubung dan bekerja dengan mulus satu sama lain. Untuk mengatasi ini, sebaiknya pilih ekosistem IoT dari vendor yang sama atau gunakan platform yang mendukung banyak jenis perangkat. Memang sudah didesain untuk para konsumen menggunakan brand tertentu supaya lebih mudah integrasinya dan bisa dioperasikan dalam satu aplikasi yang sama. Tertarik menerapkan IoT di rumah dan tempat kerja.

 

Share This

Share This

Share this post with your friends!