Salat merupakan salah satu perintah Allah yang wajib dilakukan oleh semua orang Islam. Salat sendiri memiliki kedudukan yang sangat penting Islam. Dalam hadis nabi dijelaskan bahwa salat adalah pokoknya ibadah atau puncaknya ibadah. Dalam salat terdapat banyak nilai-nilai penting dalam kehidupan. Oleh kerananya, wajar jika ibadah wajib yang satu ini dijadikan sebagai tolok ukur kualitas keislaman seseorang. Selain itu, ibadah salat merupakan ibadah yang pada akhir nanti akan menjadi amalan pertama dihisab oleh Allah.
Secara teori melaksanakan ibadah salat bukanlah hal yang sulit namun pada praktiknya ibadah ini akan menjadi sulit jika tidak ada pembiasaan oleh masing-masing individu. Bagi mereka yang sudah terbiasa meninggalkan salat akan tidak ada beban jika meninggalkannya, begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu, membiasakan diri melaksanakan salat sedini mungkin menjadi sangat penting untuk dilakukan. Pentingnya menanamkan ibadah salat sedari kecil dimaksudkan untuk mewujudkan generasi yang cakap dan mampu bertanggung jawab dalam melaksankan salat lima waktu sehari dan semalam.
Lalu apa saja tips yang bisa dilakukan orang tua dalam mewujudkan anak yang mampu bertanggungjawab dan rajin dalam melaksanakan salat lima waktu?
Pertama
Memberi ilmu tentang salat. Sebelum memerintah anak untuk melaksanakn salat terlebih dahulu anak dibekali ilmu tentang salat baik syarat maupun rukunnya. Yang perlu dipahami, dalam mengajarkan anak salat orang tua harus kreatif khusunya dalam memberi pemahaman tentang salat. Orang tua dapat menggunakan banyak hal yang dapat divisualkan seperti gambar atau video orang melaksanakan salat.
Kedua
Dimulai sedini mungkin, dalam hadis dijelaskan “Perintahkan anak-anak kalian untuk melakukan salat saat usia mereka tujuh tahun, dan pukullah mereka (jika meninggalkannya) saat usia sepuluh tahun. Dan pisahkan tempat tidur mereka”. Hadis ini merupakan panduan orang tua dalam mendidik anak untuk tertib melaksanakan salat lima waktu. Memulai sejak kecil sangat penting dilakukan dengan tujuan untuk membiasakan diri sebelum tiba masa baligh. Pada saat anak sudah dewasa kebiasaan ini akan beralih menjadi suatu kewajiban yang harus diistiqomahkan dan hal tersebut akan ringan untuk dilaksanakan.
Ketiga
Memberikan keteladanan tertib salat. Orang tua harus memberikan keteladanan kepada anak dalam melaksanakan ibadah salat. Bagi anak teori salat akan menjadi tidak berguna jika tidak dipraktikan secara bersama-sama. Selain itu keteladanan ini akan memahamkan anak bahwa kewajiban salat berlaku untuk semua orang Islam.
Keempat
Membuat peraturan bersama. Penting bagi orang tua membuat suatu aturan untuk semua anggota keluarga dengan tujuan untuk menanamkan kedisiplinan anak dalam melaksanakan salat lima waktu. Aturan ini harus dikemas sekreatif mungkin namun jangan sampai menciptakan suatu kondisi yang dapat membebani anak. Meskipun harus disiplin, menjalankan salat tetap harus dengan ikhlas dan menyenangkan.
Kelima
Konsisten atau istiqomah. Salah satu tantangan yang paling berat dalam membiasakan salat lima waktu adalah konsisten. Ada kalanya anak malas dan kurang nurut saat diingatkan dan diajak salat. Hal ini menuntut orang tua untuk terus sabar dan istiqomah dalam mengingatkan dan mengajak supaya tercipta generasi yang capak dan bertanggungjawab dalam melaksanakan salat lima waktu.