Kisah – kisah nabi merupakan kisah yang memiliki banyak hikmah. Utamanya dalam perkara agama dan interaksi antar manusia. Tidak terkecuali kisah Nabi Yunus. Bagian paling terkenal dari kisah Nabi Yunus adalah ceritanya saat ditelan oleh ikan paus. Dan doa yang diucapkan Nabi Yunus kala itu juga menjadi salah satu doa yang paling dikenal dan terus digunakan sampai hari ini.

Namun, mengenal cerita Nabi tidak cukup jika hanya mengetahui ceritanya saja. Lebih dari itu, kisah para nabi sudah seharusnya menjadi pelajaran dan diambil hikmahnya oleh seluruh umat. Termasuk juga hikmah dari kisah nabi Yunus. Nah, berikut ini adalah beberapa hikmah yang bisa Anda ambil dari kisah nabi Yunus :

1. Banyak Mengingat Allah

Sepanjang hidupnya, Nabi Yunus adalah seorang hamba yang senantiasa mengingat Allah, bertasbih, dan juga selalu mengharap ampunan dari Allah. Hal ini diceritakan juga di dalam Al-Quran surat Ash-Shaafat ayat 143 – 144 :

Maka, kalau sekiranya dia (Yunus) tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.

Yang dimaksud mengingat Allah bukan hanya mengingat Allah di waktu sulit saja, tapi juga di waktu senang atau lapang. Allah menjanjikan kemudahan dan jalan keluar dari kesulitan untuk orang – orang yang senantiasa mengingat Allah di waktu senangnya.

2. Kembali kepada Allah

Melakukan kesalahan merupakan hal yang wajar dan pasti dilakukan oleh setiap manusia. Namun, dengan adanya dosa tersebut justru seharusnya kita semakin mendekatkan diri dan kembali kepada Allah. Sebab perasaan sempit karena berbuat dosa tidak akan bisa dihilangkan oleh apapun kecuali dengan memohon ampun kepada-Nya.

Nabi Yunus memahami hal ini. Beliau mengetahui bahwa keputusan beliau meninggalkan kaumnya disertai rasa marah dan putus asa. Setelah menyadari kesalahannya, maka beliau terus memohon ampun dan mengucapkan kalimat tauhid kemudian bertasbih sebagai wujud pengakuan atas dosa yang diperbuat dan sebagai pengakuan atas kesempurnaan Allah dari segala kekurangan dan kelemahan.

Doa Nabi Yunus ini masih terus dilafalkan sampai dengan hari ini, yaitu doa yang berbunyi, “Laa ilaha illa Anta, subhanaka inni kuntu min adz-dzholimin.” Doa tersebut memiliki arti:

Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang yang zalim.

Doa ini disebut sebagai doa yang pasti dijawab oleh Allah apabila seorang muslim memanjatkannya pada saat berada di dalam bencana.

3. Sabar dalam Berdakwah

Kisah Nabi Yunus juga mengungkapkan pembelajaran yang tidak terkira bagi pada pendakwah atau da’i. Yaitu pelajaran untuk bersabar dalam berdakwah dan juga percaya bahwa bersama kesulitan ada kemudahan.

Dalam kisah Nabi Yunus, Nabi Yunus yang merasa lelah karena umatnya yang terus membangkang akhirnya marah dan meninggalkan umatnya tersebut. Sepeninggal Nabi Yunus, umatnya tersebut malah menyadari kesalahannya dan bertaubat tanpa sempat diketahui oleh Nabi Yunus.

Ketika Nabi Yunus memutuskan untuk keluar dari kesulitan (mendakwahi kaumnya), beliau malah mendapatkan kesulitan lain. Yaitu harus menceburkan diri ke laut dan ditelah oleh ikan paus. Ketidaksabaran Nabi Yunus ini kemudian diceritakan di dalam surat al-Qalaam ayat 48 – 50, yang artinya:

Maka, bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu dan janganlah kamu seperti orang yang berada dalam (perut) ikan ketika ia berdosa dan sedang dalam keadaan marah (kepada kaumnya). Kalau sekiranya ia tidak segera mendapat nikmat dari Tuhannya, benar-benar ia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela. Lalu, Tuhannya memilihnya dan menjadikannya termasuk orang-orang yang saleh.

Itulah beberapa hikmah yang bisa diambil dari kisah Nabi Yunus. Meskipun Nabi Yunus pernah melakukan kesalahan, tidak berarti kemuliannya sebagai nabi menjadi berkurang. Kesalahan yang dilakukan para nabi pada dasarnya adalah pembelajaran bagi umat – umat selanjutnya. Termasuk juga kita sebagai umat islam saat ini dan juga umat – umat yang akan datang.

Share This

Share This

Share this post with your friends!