Islam merupakan agama yang menyeluruh. Bukan hanya mengatur urusan ibadah, tapi juga berbagai urusan sehari – hari lainnya. Termasuk juga bagaimana adab antar manusia, seperti adab bertamu, adab menerima tamu, dan lain sebagainya.
Dengan menerapkan adab – adab social dalam kehidupan sehari – hari, maka hubungan yang baik dan kedekatan hati akan lebih mudah tercapai.
1. Memenuhi undangan tepat waktu
Saat seseorang mengundang Anda untuk datang ke rumah atau acaranya, maka wajib hukumnya bagi seorang muslim memenuhi undangan tersebut. Kecuali jika memang ada suatu udzur yang tidak dapat dihindari.
2. Tidak membedakan undangan berdasarkan status social
Seorang muslim tidak seharusnya membedakan undangan berdasarkan status social. Jangan hanya memenuhi undangan orang kaya saja dan mengabaikan undangan dari orang yang Anda anggap faqir. Jika seseorang yang dianggap faqir mengundang Anda dan Anda tidak datang, hal tersebut bisa jadi membuat salah paham dan membuat tuan rumah menjadi sedih.
3. Tidak menolak undangan meskipun berpuasa
Hadits dari Jabir ra. menyebutkan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:
Barangsiapa yang diundang untuk jamuan sedangkan ia berpuasa, maka hendaklah ia menghadirinya. Jika ia suka makanlah dan jika tidak, tidaklah mengapa.
(HR Ibnu Majah)
4. Jangan terlalu lama dan jangan terlalu cepat
Saat diundang ke rumah seseorang atau suatu acara, maka datanglah pada waktu yang telah disepakati. Jangan datang ke rumah terlalu terlambat atau terlalu cepat.
Memenuhi undangan terlalu lambat akan membuat tuan rumah menunggu dan bisa memberatkan pihak tuan rumah. Namun, jangan juga datang terlalu cepat. Karena dikhawatirkan tuan rumah belum siap dan malah akan membuat tuan rumah jadi tergesa – gesa atau khawatir aib di rumahnya akan terlihat oleh Anda.
5. Tidak lebih dari tiga hari
Jika memang harus menginap, sebaiknya tidak lebih dari tiga hari. Kecuali jika dalam suatu kondisi justru tuan rumah yang memaksa Anda untuk tinggal lebih lama. Tinggal lebih lama dari tiga hari seringkali membuat tuan rumah canggung. Dan bisa saja ada aib rumahnya yang dapat membuat Anda ataupun tuan rumah menjadi tidak nyaman.
6. Memaafkan tuan rumah
Kadang kala, ada saja hal yang membuat Anda merasa kurang atas jamuan dari tuan rumah. Namun, perlu disadari bahwa tuan rumah telah berusaha menjamu Anda dengan baik. Karena itu, seorang tamu dianjurkan untuk pulang dengan hati yang lapang serta memaafkan kekurangan tuan rumah.
7. Mendoakan tuan rumah
Bukan hanya memaafkan dan berlapang hati saja, seorang tamu sebaiknya juga mendoakan kebaikan bagi tuan rumah. Khususnya setelah menikmati jamuan yang dihidangkan tuan rumah kepada Anda. Ada beberapa doa yang mahsyur digunakan untuk menggunakan tuan rumah, yaitu:
Orang yang berpuasa telah berbuka puasa padamu, dan orang – orang yang baik telah memakan makananmu dan para malaikat telah bershalawat untukmu.
(HR Abu Daud)
Selain itu Anda juga bisa menggunakan doa
“Ya Allah, ampunilah mereka, belas kasihilah mereka, berkahilah bagi mereka apa yang telah Engkau karuniakan kepada mereka. Ya Allah, berilah makan orang yang telah memberi kami makan, dan berilah minum orang yang telah memberi kami minum.”
Itulah adab – adab yang harus diperhatikan pada saat Anda datang silaturrahim ke rumah orang lain atau saudara. Dengan memperhatikan adab – adab tersebut, maka tujuan silaturrahim untuk mempererat persaudaraan bisa lebih mudah terwujud.