Setiap hamba tentu saja memiliki banyak harapan. Baik yang sifatnya duniawi seperti kemudahan hidup dan kelancaran segala hal yang diusahakan, atau hal – hal yang berkaitan dengan akhirat. Misalnya, berharap diampuni segala dosanya atau berharap diterima segala ibadahnya.

Berdoa adalah salah satu bentuk pengharapan kepada Allah dan juga seorang hamba bergantung kepada Tuhannya. Namun, sebuah doa juga memiliki etika berdoa yang perlu diperhatikan agar doa yang dipanjatkan lebih mudah diijabah oleh Allah.

1. Doa dengan Menghadap Kiblat dan Menengadahkan Tangan

Saat berdo’a seseorang disunnakan untuk menghadap kiblat dan mengangkat tangan hingga setinggi wajah. Karena dengan cara ini jugalah Nabi Muhammad SAW memanjatkan doa. Akan tetapi, perlu diperhatikan juga bahwa saat berdoa, mata kita disunnahkan menatap telapak tangan dan bukan melihat ke atas.

2. Memulai Doa dengan Memuji Allah

Memuji Allah dan bershalawat merupakan bagian dari etika dan adab dalam memanjatkan doa. Seseorang dapat memulai doa dengan memuji Allah dengan cara menyebut nama Allah yang sesuai dengan nama-Nya yang ada dalam Asmaul Husna. Selain memuji Allah, doa juga bisa dimulai dengan shalawat kepada Nabi SAW.

3. Berdoa Dengan Khusyu’ dan Berprasangka Baik kepada Allah

Saat seseorang memanjatkan doa kepada Allah, maka ia perlu memanjatkan doanya dengan khusyu’ dan penuh kerendahan hati. Akan tetapi, hal ini juga perlu diiringi dengan prasangka baik kepada Allah dan keyakinan bahwa doa tersebut akan dikabulkan oleh Allah. Karena Allah tidak memiliki keberatan dan kesulitan untuk mengabulkan semua doa.

4. Berdoa di Waktu Mustajab

Doa di waktu yang mustajab dapat membuat doa yang dipanjatkan lebih mudah diijabah. Beberapa waktu mustajabnya doa adalah pada saat perang, turun hujan, ketika sujud, antara adzan dan iqamah, ketika puasa menjelang berbuka, di sepertiga malam, pada hari Arafah, bulan Ramadhan, sore hari Jum’at, dan waktu sahur.

5. Berdoa dengan Suara Lirih dan Tidak Berlebih-Lebihan

Para nabi dan sahabat berdoa dengan suara lirih dan mengharapkan rahmat Allah. Bahkan dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Nabi SAW pernah menegur sahabat yang berdoa dengan berteriak. Dalam tegurannya, rasul mengatakan bahwa Allah itu Maha Mendengar dan maha Dekat. Selain itu, sebaiknya doa juga tidak dilantunkan dengan berlebih – lebihan dan memaksakan doa yang dipanjatkan berbentuk sajak.

6. Mengulang – Ulang Doa

Diperbolehkan berdoa sambil mengulang – ulang permohonan bahkan hingga merengek – rengek. Hal ini merupakan bentuk kesungguhan dan pengharapan dalam berdoa. Rasulullah SAW biasa mengulang doanya hingga tiga kali.

7. Tidak Terburu – Buru dalam Berdoa

Akan tetapi, sebuah doa juga tidak semestinya diminta dengan terburu – buru. Dengan begitu, tidak muncul perasaan bahwa Allah tidak mengabulkan doa yang dipanjatkan tersebut. Tergesa – gesa dan berharap doanya dikabulkan secara instan menyebabkan timbulnya perasaan malas dalam berdoa.

8. Memperbanyak Taubat dan Memohon Ampun

Bertaubat dan memohon ampun menjadi salah satu amalan yang sangat dicintai Allah. Karena itu, Allah sangat mencintai hamba yang banyak bertaubat dan memohon ampunan. Jika seseorang sudah dicintai oleh Allah, maka akan lebih mudah pula doanya diijabah oleh Allah.

9. Tidak Berdoa Keburukan

Doa yang dipanjatkan juga sebaiknya bukan merupakan doa keburukan. Baik keburukan untuk diri sendiri, anak, keluarga, ataupun orang lain. Karena jika doa tersebut dikabulkan oleh Allah dan bertepatan dengan diijabahnya doa, maka doa tersebut bisa menimbulkan penyesalan.

10. Menghindari Makanan dan Harta yang Haram

Salah satu etika atau adab agar doa mudah diijabah Allah adalah dengan menjaga setiap hal yang masuk. Baik berupa harta maupun harta. Karena makanan dan harta yang haram bisa jadi menjadi sebab suatu doa tertolak oleh Allah.

Share This

Share This

Share this post with your friends!