Golden age adalah sebutan lain bagi periode emas perkembangan anak. Seorang ahli psikoanalisis, Sigmund Freud mengatakan bahwa periode emas bagi tumbuh kembang anak adalah usia di bawah lima tahun. Hal ini karena dalam usia tersebut adalah masa perkembangan pesat bagi seorang anak.

Semakin banyaknya pilihan tingkat sekolah PAUD yang merupakan salah satu upaya dan fasilitas bagi periode emas anak berarti memberi tantangan pada orang tua untuk mau memahami tentang kebutuhan dan hal-hal penting bagi anak di masa periode emasnya.

Jika banyak orang tua yang sibuk berlomba soal kemampuan membaca, menulis, dan menghitung anak khususnya di usia bawah lima tahun (balita), apakah sebetulnya kemampuan itu jadi hal utama dalam masa periode emas anak?

Memahami bahwa Anak Lebih Peka dan Pengingat yang Cerdik

Selain fokus pada kemampuan spesifik anak sejak dini, prinsip dasar yang perlu dipahami adalah kesadaran bahwa pada periode emas anak adalah sosok yang peka dan pengingat yang cerdik di tiap hal yang ia lihat dan dengarkan. Ada fase observing dan modelling yang anak lakukan di usia dini, sehingga orang tua perlu memerhatikan betul lingkungan hidup anak. Hal ini tentu saja karena dapat memengaruhi segala hal yang akan anak serap, ingat, bahkan lakukan.

Berikan rangsangan pada otaknya agar dipenuhi hal-hal baik yang akan diingat dan dijadikan pedoman. Bukan kemudian menutup anak dari hal buruk, tapi perlahan ajaklah anak untuk dapat membedakan yang baik dan buruk supaya ia mulai belajar soal keberpihakan pada hal-hal baik dan menyenangkan.

Bermain Sambil Belajar, Bukan Sebaliknya

Pada periode emas, anak sedang gemas mengeksplor hal-hal baru yang pertama kali ia temui. Hal ini akan merangsang rasa penasaran anak sehingga ia punya ketertarikan untuk melakukan sesuatu pada sebuah benda. Nah, kondisi ini perlu dipahami sebagai sarana bermain anak dengan sambil belajar memahami hal yang sedang dihadapinya.

Orang tua perlu lebih fokus pada kesempatan anak bermain sebab yang penting bagi tumbuh kembang anak juga soal pola perilakunya. Jika anak diajak untuk dominan belajar dengan cara yang tak menyenangkan, maka hal tersebut akan memengaruhi perkembangan perilakunya juga.

Orang Tua Juga Harus Mau Belajar

Mendampingi anak di periode emas bukanlah masa yang pendek, dan dinamika perkembangan tiap anak pun akan berbeda. Kondisi ini perlu diperhatikan orang tua agar paham bahwa ternyata yang berkembang bukan hanya anak, tetapi orang tua juga harus mau belajar mengembangkan diri agar pola parenting yang diterapkan bukan hanya tepat tetapi juga sesuai dengan kondisi anak.

Sumber belajar orang tua untuk mendampingi anak di periode emas juga tak terbatas. Bisa dari buku, sharing antar orang tua, hingga observasi langsung pada pola perilaku anak.

Pada prinsipnya, periode emas atau golden age adalah masa penting yang tak akan dapat diulang. Anak akan menjalaninya hanya sekali seumur hidup, maka persiapan dan prosesnya pun harus diperhatikan dengan serius. Periode emas anak bukanlah soal target orang tua pada anak, tapi mengembangkan diri anak agar dapat optimal.

Share This

Share This

Share this post with your friends!