Apa surah favorit yang rutin Anda baca?

Surah Yasin setiap kamis malam? Surah Al-Kahfi setiap Jumat? Surah Al-Waqiah setiap sore hari? Surah Ar-Rahman setiap duha?

Setiap surah punya keutamaannya sendiri. Termasuk surah Ar-Rahman. Dalam berbagai referensi, Anda bisa menemukan begitu banyak keutamaan surah Ar-Rahman. Mulai dari dilancarkannya rezeki, diberikan syafaat, hingga mengajarkan kita untuk senantiasa bersyukur.

Penulis ingin membahas satu saja dari sekian banyak keutamaan surah Ar-Rahman, yaitu bersyukur.

Bagi Anda yang sudah berkali-kali membaca surah Ar-Rahman, pasti tidak asing dengan ayat yang seringkali diulang. Bukan sekali dua kali, bahkan hingga 31 kali.

فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

“Fabi ayyi aalaa’i Rabbikuma Tukadziban”.

Anda pun mungkin sudah tahu dengan artinya, nikmat Tuhan mana yang kamu dustakan. Pertanyaan selanjutnya adalah, sudahkah Anda memahami maknanya?

Coba sesekali jeda sejenak. Bacalah arti surah Ar-Rahman dari awal sampai selesai. Perhatikan ayat sesudah dan sebelum dari “Fabi ayyi aalaa’i Rabbikuma tukadziban.”

Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk(Nya). Di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang. Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
(QS Ar-Rahman 10-13)

Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan. Maka nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan?
(QS Ar-Rahman 29-30)

Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Kedua surga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang mengalir. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasangan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
(QS Ar-Rahman 46-53)

Berbagai bentuk Rahman Allah masih berlanjut hingga surah ini berakhir. Bagi kita yang membacanya, tentu harusnya bukan hanya terhenti di akhir ayat. Tapi kelak usai kita membacanya, semakin pula kita memahaminya. Semakin paham bahwa begitu pengasih dan penyayangnya Allah kepada kita.

Bisa jadi, karena begitu banyaknya yang Allah berikan membuat kita menilai pemberian itu adalah hal yang biasa saja. Nothing to lose. Padahal jika benar Allah hilangkan nikmat kecil itu, bisa apa kita sebagai hamba-Nya?

Jika saja Allah cabut oksigen di dunia, bisa apa kita?

Jika saja Allah tutup matahari untuk menyinari bumi, bisa apa kita?

Ah mungkin contohnya begitu ekstrim. Contoh sederhana saja atas apa yang terjadi kini. Allah berikan ujian berupa COVID-19, bisa apa kita? Yang biasanya kita bisa bekerja dengan wajar, kini terpaksa kerja di rumah, bahkan dirumahkan. Bahkan kenikmatan shalat berjamaah di masjid pun tidak kita rasakan hanya karena virus kecil yang amat kecil bernama COVID-19.

Maka atas segala yang telah Allah berikan, sudahkah kita bersyukur?

“Fabi ayyi aalaa’i Rabbikuma Tukadziban”.

Share This

Share This

Share this post with your friends!