Jika mengetik di Google dengan kata kunci “kutipan tentang menulis”, akan banyak ditemukan kata mutiara yang begitu indah. Salah satu yang tidak asing lagi adalah pesan dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib.

Ikatlah Ilmu Dengan Menulis

Semakin Anda mencari, semakin banyak pula kutipan indah yang Anda temukan. Tapi percuma saja jika tujuannya hanya untuk mengoleksi kutipan indah. Mari kita maknai saja satu pesan sederhana tadi, ikatlah ilmu dengan menulis.

Selama hidup di dunia, menuntut ilmu adalah kewajiban dan kebutuhan orang beriman. Karena kita diciptakan di dunia dengan visi yang begitu mulia. Menjadi khalifah (QS Al-Baqarah 30), beribadah (QS Adz-Dzariyat 56), dan menebar manfaat seluas-luasnya (QS Al-Anbiya’ : 107 )

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman:

Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.
(QS Al-Baqarah: 30)

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.
(QS Adz-Dzariyat: 56)

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.
(QS Al-Anbiya’: 107)

Untuk merelasikan tujuan penciptaan tersebut, maka ilmu sangat dibutuhkan. Dan menulis adalah salah satu aktivitas utamanya.

Mengikat ilmu dengan menulis dekat kaitannya dengan siswa yang mencatat apa yang diajarkan gurunya di kelas. Termasuk juga para jamaah yang belajar dari asatidz di kajian offline atau online. Tujuannya? Mencatat agar tidak lupa. Sehingga catatan itu bisa diulang-ulang, bahkan dibagikan lagi dengan orang lainnya.

Membangun kebiasaan menulis bagi sebagian orang mungkin tidak mudah. Tapi percayalah, hal tersebut mungkin untuk dilakukan. Caranya? Mulailah dengan jurnal jarian. Apa itu jurnal harian?

Sederhana saja. Menulis apa pun setiap harinya. Bisa dengan menyegajakan menulis setiap harinya. Misalkan, hari ini saya membaca artikel bermanfaat dari alhasanah.or.id. Sesederhana itu. Hanya kalimat harian.

Perlahan, coba tingkatkan kualitas. Menulis refleksi harian. Perenungan yang lebih dalam atas apa yang dipelajari pada hari itu. Misalkan, pemahaman kita akan suatu hal sangat terbantu dengan kebiasaan untuk menulis di catatan.

Kebiasaan untuk menulis jurnal harian ini sangat bermanfaat. Bagi Anda yang punya banyak ide, hal tersebut bermanfaat agar ide tersebut tidak hilang begitu saja. Anda pasti pernah kan menemukan ide tanpa disengaja? Misalkan saat menunggu antrian, di dalam kendaraan, mendengar guru di depan kelas, bahkan di kamar mandi. Ya, kadang ide dan inspriasi datang tanpa diduga. Tapi sayangnya, ide tersebut akan hilang begitu saja jika tidak ditulis sesegera mungkin Alhasil malah rugi sendiri. Maka catatlah ide tersebut. Baik di buku catatan atau note handphone Anda.

Bukan hanya untuk mencatat ide. Menulis juga bermanfaaat untuk self healing. Melepas penat dan melegakan pikiran. Ketik saja di Google, Anda akan mememukan banyak referensi dan jurnal yang sesuai. Anda hanya perlu untuk mencobanya. Menulis bebas yang hanya Anda sendiri yang membacanya. Menulis kegelisahan, kekecewaan, dan apa pun yang ingin Anda tuangkan. Anda tidak sedang mencari solusi, tapi hanya untuk menumpahkan beban. Rasakanlah betapa leganya hati dan pikiran Anda.

Anda juga bisa menulis aktivitas sebelaum atau sesudah tidur. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi hari serta bisa meraih hasil yang jauh lebih baik keesokan harinya.

Manfatkan jurnal harian, dan rasakan manfaatnya dalam kehidupan.

Share This

Share This

Share this post with your friends!