Salah satu program pembinaan literasi yang dilaksanakan setiap pekan oleh Perpustakaan Zaid bin Tsabit SDIT Al Hasanah 1 adalah Bedah Buku. Kegiatan ini telah berlangsung sejak semester 2 TA. 2021-2022. Sasaran kegiatan ini adalah seluruh guru dan karyawan SDIT Al Hasanah 1.

gerakan-literasi-guru-sdit-al-hasanah-1-bedah-buku-dari-rasulullah-untuk-pendidik-3

Kegiatan bedah buku ini bertujuan untuk:
1. Meningkatkan literasi dan minat baca di kalangan guru dan karyawan.
2. Wadah pengembangan diri untuk menginspirasi guru dan karyawan dalam menulis.
3. Memperkaya wawasan dan pengetahuan dari buku yang dibahas.
4. Peserta dapat memahami isi buku secara mendalam, termasuk pesan dan sudut pandang yang ingin disampaikan penulis.
5. Meningkatkan kualitas pembelajaran bagi guru karena kegiatan ini dapat memberikan perspektif baru tentang pendidikan dan pengajaran, yang kemudian dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar.

gerakan-literasi-guru-sdit-al-hasanah-1-bedah-buku-dari-rasulullah-untuk-pendidik-2

Bedah Buku kali ini, 21 Sya’ban 1446/13 Februari 2025 M, menampilkan presenstasi dari tim guru kelas 5A dan 5B. Mereka mengusung tema “Dari Rasulullah untuk Pendidik” yang diambil dari buku karya Mhd. Rois Almaududy. Melalui buku ini, Ustadzah Berta Septilova, S.Pd sebagai perwakilan pembicara mengajak seluruh guru untuk meneladani pendidik ala Rasulullah demi melahirkan generasi terbaik.

gerakan-literasi-guru-sdit-al-hasanah-1-bedah-buku-dari-rasulullah-untuk-pendidik-5

Berikut beberapa hal dalam meneladani pendidik ala Rasulullah, yaitu:
1. Berjuang menebar kebenaran
Rasulullah terus berjuang menebar kebenaran. Dakwahnya dimulai dengan berjalan senyap. Orang-orang terdekat Rasulullah pun meyakini dakwah yang beliau sampaikan.

2. Keikhlasan dalam mendidik
Dalam mendidik, keikhlasan menjadi rahasia keberhasilan yang hendaknya kita punya pula sehingga aktivitas mendidik akan menjadi kenikmatan yang tidak hanya di dunia namun akan kita nikmati di akhirat nanti, insyaAllah.

3. Kesabaran yang menghebatkan
Di titik kejenuhan kita, di titik kelelahan kita ataupun di titik keputusasaan kita, di situlah harus kita kencangkan kesabaran.

4. Keakraban yang menghangatkan
Rasulullah sebagai pendidik paling berhasil di muka bumi justru mengakrabkan dirinya dengan para sahabat. Keakraban Rasulullah dengan para sahabat begitu banyak manfaat yang dahsyat. Dalam keakraban itu para sahabat banyak mendapatkan pelajaran yang beharga seperti adab kebiasaan Rasulullah.

5. Pendidikan yang bertahap dan berkelanjutan
Sebagaimana menurut Imam Ibnu Qayyim, Rasulullah hanya meninggalkan 110 orang ulama saja ketika beliau wafat. Mereka meneruskan langkah Rasulullah dalam mendidik umat.

6. Menerima kritik dengan lapang dada
Seorang pendidik sejatinya bukanlah yang selalu benar.

7. Kelembutan yang menyejukkan
Kelembutan menjadi latar belakang pendidikan yang Rasululullah terapkan, akan tetapi bukan berarti tidak ada ketegasan, hanya saja Rasulullah menyesuaikan dengan kebijakan kapan ketegasan itu muncul.

8. Memahami potensi anak
Rasulullah mendidik sesuai dengan kaidah right man on the right place, orang yang tepat berada di tempat yang tepat.

9. Memahami dengan cermat
Suntikan motivasi dari seorang pendidik sangat berpengaruh kepada anak-anak didiknya. Karena jalan ditempuh untuk menuntut ilmu sangatlah berat.

10. Senang dalam berdiskusi
Selaku pendidik sangat penting membuat murid merasa nyaman untuk mengutarakan hal yang mereka rasa, pikir dan amati. Sosok pendidik seperti Rasulullah sangat berkesan bagi anak didiknya.

11. Bijaksana menyikapi perbedaan.

12. Bijaksana menyikapi ketidaksempurnaan
Ketika kita mendapatkan anak-anak didik yang terlanjur melakukan kesalahan, kita akan mendaptkan contoh teladan dari Rasulullah dalam memperlakukan sahabatnya.

13. Mendidik adab
Pentingnya mendidik adab, kita belajar senantiasa mengeluarkan sikap yang terbaik. Sikap terbaik kepada Allah, Rasul dan para ulama serta guru.

14. Seni meramal masa depan
Melalui nasihat-nasihat, Rasulullah membimbing sahabat untuk membuat perencanaan hidup.

15. Ketika kekecewaan hadir
Apakah seorang pendidik merasa puas dengan capaian dan perkembangan anak didiknya? Perlu ditanamkan pada diri bahwa anak didik kita bukanlah manusia sempurna.

16. Pembicaraan yang berguna hendaknya kita berkata yang baik atau diam.

Setelah penyampaian materi dilanjutkan dengan forum diskusi atau sesi tanya jawab, selanjutnya ice breaking games seru berhadiah doorprize yang dipandu langsung oleh Ustadzah Leily, sebagai penutup acara kegiatan bedah buku.

 

Share This

Share This

Share this post with your friends!