Training for Excellent Life for Children and Parent atau lebih dikenal dengan sebutan TfEL adalah salah satu program tahunan SDIT Al Hasanah 1 sebagai salah satu bentuk support untuk meningkatkan motivasi belajar siswa serta wujud kolaborasi antara pihak sekolah dan orangtua untuk menunjang tumbuh kembang siswa di rumah maupun di sekolah.

Atas dasar itu SDIT Al Hasanah 1 kembali menggelar pelatihan TfEL pada hari Sabtu, 15 Oktober 2022 di Aula Al Hasanah.  Training yang dihadiri oleh 120 siswa dan 118 orangtua ini berlangsung selama tujuh jam dan diikuti dengan sangat antusias oleh seluruh peserta. Dengan tema “Bangun Eksistensi Siswa Masa Kini dengan Motivasi Belajar dan Adab Islami” pihak sekolah mengundang seorang trainer nasional berpengalaman, yaitu bapak Afif Hidayatullah, S.E, S.Pd. , M.Ak C.Ht C.NNLP C,STMI.

Selama kegiatan berlangsung, siswa diajak untuk mengenal, memahami, dan mempraktikkan tiga mental juara yang wajib dimiliki oleh orang sukses. Ketiga mental tersebut adalah percaya diri, pantang menyerah, dan dekat dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tak hanya siswa, demi menuju kesuksesan seorang anak, peran orangtua juga sangat diperlukan untuk mengantarkan ananda menjadi orang yang berhasil di masa depan. Disebutkan ada empat prinsip dalam meraih kesuksesan, yaitu: pertama, sukses sendiri itu biasa, sukses bersama itu luar biasa. Kedua, orang menang tidak akan pernah menyerah, orang yang menyerah tidak akan pernah menang. Ketiga, tidak peduli seberapa banyak kamu jatuh, pada saat itulah kamu akan bangkit. Keempat, jangan katakan bahwa belajar itu sulit, tapi katakan wahai belajar, aku punya Allah yang Maha hebat.

Sebagian besar orang tua menginginkan anaknya berhasil dan memiliki rasa percaya diri. Anak percaya diri cenderung lebih berhasil dalam melakukan apa yang ia inginkan. Namun ironisnya, banyak orang tua yang tidak mengetahui cara memupuk rasa percaya diri anak mereka di rumah. Oleh karenanya, selama training berlangsung, trainer memberikan banyak sekali tips bagi wali murid untuk meningkatkan rasa percaya diri ananda di rumah. Diantara tips tersebut adalah Abu Ummu diminta hadir mendampingi anak di rumah dengan utuh tanpa disibukkan oleh gadget, Abu Ummu dilarang membanding-bandingkan anak dengan orang lain, senantiasa sabar dalam memberikan pengarahan maupun nasihat kepada anak, dan ketika anak gagal dalam melakukan sesuatu seperti mendapatkan nilai jelek pada saat ujian jangan katakan bodoh, tetapi orang tua yang hebat akan mengatakan “kamu bisa.” Pada sesi ini Bapak Afifi menekankan pentingnya mindset “kehilangan karakter lebih berbahaya daripada kehilangan ijazah.”

Allah melihat dalam proses bukan hasilnya, orang tua yang hebat adalah orang tua yang membuat anaknya menjadi sumber pahala dan anak hebat adalah anak yang membuat orang tuanya menjadi sumber pahala. Hubungan yang baik antara orang tua dan anak akan menumbuhkan rasa aman, menyenangkan, sehingga rasa percaya diri anak itu tumbuh. Begitu juga di sekolah, anak akan menganggap teman di sekolah bersama guru itu adalah keluarga yang bisa saling memberikan kebahagaian.

Di akhir acara, Bapak Afif mengajak orangtua dan siswa untuk melakukan refleksi, bertafakur dan merenungi diri. Dengan teknik hipnoteraphy for parents and children, Bapak Afif berhasil menggugah hati dan alam bawah sadar mereka sehingga semakin memahami materi yang disampaikan dan dapat membentuk ikatan batin antara orangtua dan anak. Mereka juga dibimbing untuk saling memaafkan. Mereka meneteskan air mata haru saat berpelukan dan mencurahkan rasa satu sama lain.

Melalui training ini diharapkan dapat membangkitkan kesadaran dan motivasi siswa akan pentingnya belajar dan semangat pantang menyerah saat menuntut ilmu umum dan ilmu agama. Dan, bagi orangtua juga diharapkan memiliki kesadaran untuk dapat mendampingi proses belajar siswa di rumah.

 

Share This

Share This

Share this post with your friends!